REAKTUALISASI PERAN PEREMPUAN TERHADAP LINGKUNGAN HIDUP  

REAKTUALISASI PERAN PEREMPUAN TERHADAP LINGKUNGAN HIDUP  

PENDAHULUAN   

Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dan benda, daya, keadaan dan makhluk hidup serta manusia dan perilaku yang saling mempengaruhi alam itu sendiri… Lingkungan hidup adalah kondisi alam dan seisinya yang saling mempengaruhi. Pengertian ini memiliki konteks yang lebih luas yaitu termasuk ruang angkasa. Istilah lingkungan hidup berasal dari bahasa inggris dengan sebutan Environment and Human Environment atau pengunaan dalam pembuatan peraturan disebut lingkungan hidup atau lingkungan hidup manusia.kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lain.”Jika kita bicara tentang lingkungan dan menurunnya fungsi layanan aset alam adalah perempuan. Perempuan dan pembedaan peran perempuan dalam masyarakat di Indonesia membuat beban yang lebih bagi perempuan. Perempuan sering mengalami ketidakadilan akibat pembedaan gender tersebut. Sejak awal sejarah manusia, perempuan pada dasarnya telah memberikan kontribusi kepada konservasi, penggunaan dan pengelolaan sumber daya alam.Merujuk pada pembahasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar permasalahan yang terjadi saat ini berkaitan dengan lingkungan hidup. Hal itu tidak terlepas dari peranan perempuan dalam permasalahan yang berkaitan dengan lingkungan hidup, tanpa kita sadari pencemaran lingkungan hidup terbesar berasal dari perempuan mulai domestik maupun non domestic hal ini disebabkan karena keperluan perempuan yang lebih banyak di banding laki-laki. Hal ini tentu merupakan permasalahan yang penting untuk dilakukan upaya pencegahan dan bahkan penyelesaian terhadap kerusakan lingkungan hidup. Sebagaimana diketahui bahwa lingkungan merupakan ruang tempat bernaungnya semua makhluk hidup di bumi. Oleh karena itu permasalahan lingkungan hidup dipandang penting dalam upaya pelestariannya. Di Indonesia, permasalahan lingkungan hidup sudah banyak terjadi.Menurut data dari CNN Indonesia Tingkat pencemaran lingkungan hidup di Daerah Istimewa Yogyakarta, meningkat di atas 250 persen kurun waktu tahun 2011 hingga 2014. “Kurun waktu 3 tahun saja, terjadi peningkatan pencemaran lingkungan hidup di DIY, hingga diatas 250 persen,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Bambang Kristianto dalamLaporan Statistik Lingkungan Hidup DIY tahun 2015/2016, di Yogyakarta, Minggu (23/10).

Berbagai aktivitas warga ikut berkontribusi terhadap peningkatan pencemaran, seperti pencemaran air dan tanah akibat pengolahan limbah industri yang tidak tepat dan pencemaran udara, akibat pembakaran pada kendaraan bermotor yang tidak sempurna. Namun, selain aktivitas manusia, pencemaran lingkungan hidup juga dapat timbul dari alam seperti gunung meletus, gas beracun, dan lain-lain, yang tidak dapat dihindari. Kesadaran lingkungan dapat di mulai dari diri sendiri seperti mulali mengurangi hal-hal yang dapat menjadi penyebab terjadinya penyebaran lingkungan dan hal ini bisa di lakukan oleh perempuan dengan mulai mengurangi pemakain kosmetik yang mencemari lingkungan, melakukan pengelolaan limbah sampah rumah tangga dan dapat juga melakukan cocok tanam di halaman rumah untuk menjaga kenyaman lingkungan sekitar rumah karena dengan memulai dari rumah akan dapat membantu ke ranah yang lebih besar. Peran perempuan sangat penting dalam manjaga kelestarian lingkungan karena yang lebih sering berhadapan dengan sampah adalah perempuan.

B.   PEMBAHASAN

1.    Pengaruh ecofemeninis terhadap lngkungan hidupEkofeminisme sendiri dimulai oleh seorang perempuan bernama Françoise d’Eaubonne pada tahun 1974 yang menyatakan bahwa ada keterkaitan antara alam dan perempuan. Pertanyaan yang kerap kali muncul adalah apakah dengan menghubungkan perempuan dengan alam. Posisi ekofeminisme adalah dengan melihat keterkaitan perempuan dengan alam dari sudut pandang yang sama yaitu penindasannya, bukan sisi feminitas perempuan.Ekofeminisme menjadikan kenyataan sosial sebagai dampak dari adanya proses sosial dalam masyarakat. masyarakat merupakan produk manusia dengan kenyataan yang unik bahwa manusia juga merupakan produk dari masyarakat. Interaksi sosial antar manusia dalam suatu masyarakat akan berkembang menjadi interaksi masyarakat dan lingkungan hidupnya. ekofeminisme menetapkan bahwa kerja sama, kepedulian, cinta dan toleransi merupakan cara untuk melestarikan alam yang di dalamnya manusia berada. hubungan ini kemudian membentuk etika manusia terhadap pengelolaaan lingkungan dan menciptakan kesetaraan gender manusia dalam kaitannya dengan alam semesta. Yang dimana dsini perempuan dan laki- laki memilki hak yang sama dan pengaruh yang sama dalam pengelolaan lingkungan.Pengurangan terjadinya pencemaran lingkungan bisa di mulai dari diri sendiri seperti pada masa pandemi ini para perempuan bisa mengurangi penggunaan kosmetik yang tidak ramah lingkungan, pengelolaan sampah rumah tangga, bercocok tanam di halaman sendiri atau melakukan sistem tadah hujan untuk digunakan untuk hal-hal tertentu. Namun hal seperti ini tidak hanya ditanamkan kepada perempuan saja namun juga harus ditanamkan kepada laki-laki, masih banyak laki-laki yang menganggap bahwa pekerjaan rumah adalah pekerjaan perempuan namun seharusnya itu bisa dilakukan Bersama-sama antara laki-laki dan perempuan guna menciptakan lingkungan yang nyaman dan indah..

2.   peranan ecofeminis dalam lingkungan hidup  Alam dan perempuan memiliki masalah yang sama. Mungkin kadang tak bermaksud mendiskriminasi, namun kepentingan keduanya jarang dibahas dalam konteks yang lebih presisi. Kebutuhan alam untuk tumbuh, atau kepentingan perempuan untuk berperan lebih jauh. Setidaknya itu yang mendasari munculnya Gerakan ecofeminisme. Gerakan yang berusaha menghapus segala bentuk ketidakadilan bagi alam dan perempuan. Perempuan mempunyai peranan strategis dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup. Perempuan dapat mengawasi terjadinya kerusakan lingkungan dan serta dapat mengembangkan lingkungan yang lebih ramah lingkungan lagi.Melihat berbagai persamaan tersebut, ekofeminisme berusaha mengarusutamakan isu perempuan dan lingkungan. Gerakan ini juga mencaritau dan mendalami hubungan antara lingkungan dan perempuan. Yang sering terjadi sekarang pelibatan perempuan dalam isu lingkungan masih sangat minim. Padahal, perempuan menjadi pihak paling sering berhadapan langsung dengan persoalan lingkungan,program-program tentang peduli dan ramah lingkungan biasanya lebih cenderung diberikan kepada bapak-bapak namun pada kenyataanya yang lebih sering berhadapan dengan masalah lingkungan adalah perempuan. Misalnya masalah air atau sampah rumah tangga”.harus ada kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan tentang pengetahuan yang di berikan mengenai lingkungan. langkah ini penting karena pada kenyataannya perempuan memiliki peran berlapis dalam struktur sosial terutama di Indonesia. Mulai dari gerakan langsung seperti yang dilakukan perempuan India, pertanian, interaksi dengan alam dalam ranah rumah tangga, sampai yang paling sederhana namun krusial seperti penanaman nilai-nilai pelestarian lingkungan pada anak.Ekofeminisme dilandasi oleh etika kepedulian yang hadir karena sifat alami perempuan. ekofeminisme menerangkan tentang ketidakberdayaan perempuan dan kerusakan lingkungan hidup secara global dalam pandangan struktur sosial dan budaya. paham ini mengaitkan dominasi antar manusia dan hubungannya terhadap lingkungan yang mengakibatkan penderitaan bagi manusia dalam bentuk kerusakan lingkungan hidup. pengetahuan ini kemudian membuat kesadaran akan pelestarian lingkungan hidup menjadi meningkat serta menjelaskan pentingnya kesetaraan gender bagi manusia. ekofeminisme kemudian diterapkan menjadi kesetaraan akses, peningkatan kualitas dan penjagaan hak setiap makhluk hidup. Ekofeminisme adalah salah satu aliran pemikiran dan gerakan feminisme yang berusaha untuk menunjukkan hubungan antara semua bentuk penindasan manusia, khususnya perempuan, dan alam. Berikut ini diuraikan perbedaan dari sejumlah aliran ekofeminisme tersebut. Ekofeminsme alam dikembangkan oleh Mary Daly melalui bukunya Gyn/Ecology dan Susan Griffit (Woman and Nature). Ekofeminsme alam menolak inferioritas yang diasumsikan atas perempuan dan alam, serta superioritas yang diasumsikan lakilaki dan kebudayaan. Ekofeminsme alam memandang bahwa alam/perempuan setara terhadap dan barang kali lebih baik daripada kebudayaan/laki-laki. Selain itu, nilai-nilai tradisional perempuan, bukan nilai- nilai tradisional laki-laki, dapat mendorong hubungan sosial yang lebih baik dan cara hidup yang tidak terlalu agresif dan berkelanjutan (Tong, 2006:273).

Perempuan merupakan agen perubahan dan memberi pengaruh besar terhadap kualitas lingkungan hidup. Banyak hal yang dapat dilakukan oleh perempuan terkait hubungannya dengan pengelolaan lingkungan, seperti mengurangi pemakain domestik, mengurangi pemakain deterjen dalam skala besar, mengendalikan produksi sampah dengan cara penghematan plastik saat belanja, melakukan hal-hal yang bermanfaat seperti membersihkan rumah dan lingkungan sekitar rumah, serta perempuan yang menjadi pendidik dan menanamkan nilai-nilai tentang lingkungan kepada anak-anaknya.

C. PENUTUP

1.   Kesimpulan

Berdasarkan uraian di atas maka penulis berkesimpulan bahwa ekofeminismedilandasi oleh etika kepedulian yang hadir karena sifat alami perempuan, paham ini mengaitkan dominasi antar manusia dan hubungannya terhadap lingkungan yang mengakibatkan penderitaan bagi manusia dalam bentuk kerusakan lingkungan hidup. Ekofeminisme adalah salah satu alsan pemikiran dan gerakan feminisme yang berusaha untuk menunjukan hubungan antara semua bentuk penindasan manusia. Khususnya perempuan dan alam Ekofeminisme alam menolak inferior yang diasumsikan atas perempuan dana alam serta superioritas yang diasumsikan laki- laki dan kebudayaan. Selain tu, nilai-nilai tradisonal perempuan laki-laki dapat mendorong hubungan sosial yang lebih baik dan cara hidup yang tidak terlalu agresif dan berkelanjutan.Oleh karenanya di perlukan kesadaran dan kontribusi yang sama antara perempuan dan laki-laki dalam menjaga kelestarian lingkungan untuk mewujudkan kesehatan,lingkungan yang bersih,air yang bersih dan jauh dari limbah pencemaran, ventilasi, tumbuhan dan lain-lain.

Peran perempuan dalam rumah tangga, dalam masalah lingkungan di sekitar rumah, Perempuan mempunyai peran penting dalam pengelola lingkungan, partisipasi mereka sangat penting dalam keberlanjutan pengelolaan lingkungan. Namun laki-laki juga berperan penting dalam pelestarian lingkungan. Perlunya pemberdayaan dan emansipasi perempuan dalam mengelola lingkungan.

2.    Saran Berdasarkan uraian di atas, maka penulis menyarankan agar lebih memperhatikan lagi tentang pencemaran lngkungan guna menjaga kelestarian lingkungan hidup dan harus ada kerjasama antara perempuan dan laki-laki tanpa ada ketimpangan gender yang menitikberatkan bahwa segala sesuatu yang terjadi terhadap kerusakan lingkungan di sebabkab oleh perempuan di karenakan kebutuhan perempuan yang berhubungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan lngkungan banyak di hasilkan oeh lperempuan baik dari segi kosmestik, deterjen, limbah dapurdan masih banyak lagi.

DAFTAR PUSTAKA   

Buku :Muryani. (2017). Ekofeminsme perempuan dan permasalahan lingkungan . Sidoarjo: indomedia pustaka.Wiyatmi, M. S. (2017).

Ekofeminisme: Kritik Sastra berwawasan ekologis dan feminis.yogyakarta: cantrik. 

Jurnal:  Astuti, Tri Marhaeni Pudji. “Ekofeminisme dan peran perempuan dalam lingkungan.” Indonesian Journal of Conservation 1.1 (2012).

Meylan, Meylan. “Partisipasi perempuan dalam pengelolaan lingkungan hidup.” Jurnal Musawa IAIN Palu 6.2 (2014): 236-259.\

Internet :  https://www.merdeka.com/sumut/pengertian-lingkungan-hidup-menurut-para-ahli-dan- jenisnya-yang-perlu-diketahui-kln.htmlhttps://www.cnnindonesia.com/nasional/20161023224728-20-167372/pencemaran- lingkungan-di-yogyakarta-meningkat-250-persen 

Lussi Murni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *